<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://majelisanaksholeh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majelisanaksholeh.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Feb 2011 02:46:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='majelisanaksholeh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://majelisanaksholeh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://majelisanaksholeh.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://majelisanaksholeh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Autis di Sekolah Kami</title>
		<link>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/autis-di-sekolah-kami/</link>
		<comments>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/autis-di-sekolah-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 01:33:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mas Sholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dari Majelis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/autis-di-sekolah-kami/</guid>
		<description><![CDATA[Mulanya istilah autis hanya menjadi salah satu kosakata ilmiah yang tidak memiliki dampak emosional buatku. Artinya, aku sering membaca istilah itu, mencoba memahaminya, dan kemudian sekedar menjadikannya bagian dari pengetahuanku. Mungkin ini yang disebut &#8216;ilmul yaqin. Akhir-akhir ini suasana hatiku berubah. Autis tidak lagi sekedar menjadi istilah ilmiah. Ia kini menjadi bagian nyata dari keprihatinanku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majelisanaksholeh.wordpress.com&amp;blog=2216338&amp;post=5&amp;subd=majelisanaksholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulanya istilah autis hanya menjadi salah satu kosakata ilmiah yang tidak memiliki dampak emosional buatku. Artinya, aku sering membaca istilah itu, mencoba memahaminya, dan kemudian sekedar menjadikannya bagian dari pengetahuanku. Mungkin ini yang disebut &#8216;ilmul yaqin.<span id="more-5"></span></p>
<p>Akhir-akhir ini suasana hatiku berubah. Autis tidak lagi sekedar menjadi istilah ilmiah. Ia kini menjadi bagian nyata dari keprihatinanku. Banyak peristiwa yang cuku menjadi pemicunya, sehingga menjadi lompatan dari sekedar &#8216;ilmul yaqin menjadi bahkan haqqul yaqin.</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu seorang sahabat menghubungiku. Ustadz Deka namanya. Aku tahu, salah satu aktifitasnya adalah mengelola rumah autis, suatu tempat perawatan untuk anak-anak autis. Via telpon, dengan hangat ia mengajakku mengunjungi rumah autisnya. Beberapa hari kemudian, ditemani istri,  kupenuhi undangannya.</p>
<p>Di rumah autis tersebut, dengan ringkas ia menceritakan keinginannya untuk memberdayakan situs rumahautis.com, yang saat itu sulit diupdate. Ia memintaku mengajari para staffnya cara mengelola situs tersebut. Di sana, di tengah-tengah anak-anak dengan berbagai tingkah laku yang tidak lazim, kami mendiskusikan langkah-langkah teknis yang diperlukan. Aku menyanggupi untuk mengubah situs tersebut, dari bersifat statis menjadi dinamis, dengan konsep CMS (content managemen system)</p>
<p>Terus terang, tidak mudah bagiku untuk bisa konsentrasi dalam berdiskusi. Ada-ada saja intermezonya. Seorang anak yang rupanya keranjingan komputer bolak-balik menghampiri kami, dan dengan antusias merebut keyboard. Dengan susah payah para pengasuhnya membujuk anak tersebut untuk kembali bergabung dengan teman-temannya. Seorang anak yang lain terus menerus berteriak dan melompat-lompat, membuat gerakan seperti menari. Yang lain ada yang diam saja, menatap lurus ke depan, asyik dengan dunianya sendiri. Terus terang saja, bagi orang awam, prilaku mereka mungkin dapat dikategorikan sebagai kurang waras.</p>
<p>Menurut Ust Deka, cukup banyak antrian calon siswa di yayasan tersebut. Artinya, banyak orang tua yang harus sabar menunggu untuk mendapatkan perawatan, karena terbatasnya fasilitas dan tenaga guru. Artinya lagi, cukup banyak orang tua yang ternyat memiliki anak-anak autis. Aku merasa, tiba-tiba saja terjadi ledakan jumlah penderita autis di sekitarku.</p>
<p>Autis tidak lagi sekedar menjadi kata-kata ilmiah buatku.</p>
<p>Sebenarnya, ini bukanlah pengalaman pertamaku berinteraksi dengan anak autis. Hampir sekitar setahun yang lalu, seorang ibu muda datang ke sekolah kami (kami membuka TK di garasi rumah, yang kami beri label Majelis Anak Sholeh). Ibu ini bermaksud mendaftarkan anaknya. Tak diduga, ibu ini ternyata masih sahabat lama istriku. Jadilah acara pendaftaran itu menjadi acara kangen-kangenan. Namun kejutan belum berhenti sampai di situ. Anak yang akan didaftarkan ini ternyata autis!</p>
<p>Tentu saja diluar kesanggupan kapasitas dan ilmu kami untuk menanganinya. Namun sang sahabat tadi meyakinkan kami bahwa salah satu terapi yang dianjurkan bagi anak autis adalah bersekolah bersama anak-anak normal, untuk mempercepat kesembuhan. Selain itu, well, dia adalah sahabat. Mengapa tidak berusaha menolongnya?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majelisanaksholeh.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majelisanaksholeh.wordpress.com&amp;blog=2216338&amp;post=5&amp;subd=majelisanaksholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/autis-di-sekolah-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73bc41d67195fbdbc3a4c4e393da8d36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">majelisanaksholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ridho, Si Anak Pasangan Tuna Netra</title>
		<link>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/ridho-si-anak-pasangan-tuna-netra/</link>
		<comments>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/ridho-si-anak-pasangan-tuna-netra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 01:31:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mas Sholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita dari Majelis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/ridho-si-anak-pasangan-tuna-netra/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah yang menyebabkan seorang anak memiliki kepercayaan diri yang tinggi? Jawabannya mungkin bisa bermacam-macam, tergantung dari sudut pandangnya. Aku sendiri tak tahu apakah sudah ada penelitian ilmiah yang menjelaskan hal tersebut. Namun, di Majelis Anak Sholeh, aku mempunyai teori sendiri, bahwa latar belakang sosial ekonomi orang tua hampir tidak ada pengaruhnya terhadap kepercayaan diri seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majelisanaksholeh.wordpress.com&amp;blog=2216338&amp;post=4&amp;subd=majelisanaksholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah yang menyebabkan seorang anak memiliki kepercayaan diri yang tinggi?<br />
Jawabannya mungkin bisa bermacam-macam, tergantung dari sudut pandangnya. Aku sendiri tak tahu apakah sudah ada penelitian ilmiah yang menjelaskan hal tersebut. Namun, di Majelis Anak Sholeh, aku mempunyai teori sendiri, bahwa latar belakang sosial ekonomi orang tua hampir tidak ada pengaruhnya terhadap kepercayaan diri seorang anak.<span id="more-4"></span></p>
<p>Di sekolah kami tercinta, ada seorang anak bernama Ridho. Anak tersebut kurus, kecil, senang memeletotkan bibirnya, namun lincah luar biasa. Ridho terkadang berangkat sendiri dari rumah, terkadang diantar ibunya, terkadang juga &#8211; namun jarang &#8211; diantar bapaknya. Kalau sedang diantar ibunya, sebenarnya lebih tepat dikatakan ia yang mengantar ibunya. Sang ibu buta total. Bola matanya putih, dengan sedikit titik-titik hitam. Dengan penuh sayang Ridho akan memegangi tangan ibunya, menuntunnya meletakkan sendal di rak yang telah tersedia, menghindari berbagai jebakan di jalanan yang tidak rata, sampai akhirnya duduk dengan selamat di teras sekolah yang sekaligus menjadi teras rumah kami. Sang ayah cuma beda tipis dengan sang ibu. Beliau juga tuna netra, namun masih dapat sedikit melihat dengan samar-samar. Profesinya adalah khas orang dengan kondisi seperti itu: tukang pijat.</p>
<p>Entah dia menyadari atau tidak kondisi keluarganya yang tidak normal, namun sepengetahuan kami, Ridho tetaplah anak yang ceria. Selain itu, ia juga pede. Lihat saja pagi tadi, ketika aku tiba-tiba menjadi juru foto amatir, mengambil pasfoto anak-anak dengan kamera Samsung satujutaan yang kami beli di Giant. Ridho dengan setia selalu duduk di sampingku, dan selalu menuntutku memperlihatkan hasil foto setiap kali aku selesai menjepret seorang anak, seolah hendak memberikan acc apakah hasil jepretan amatiranku sudah ok atau belum. Dia hanya sedikit peduli walau istriku selalu mengingatkan agar jangan terlalu dekat denganku, jangan bergayut dipundakku yang sedang konsentrasi membidikkan kamera, jangan menutup-nutupi kamera dengan jari-jari kecilnya.</p>
<p>Aku sungguh berharap, keceriaan dan kepedean lelaki kecil ini tidak menguap berjalan dengan semakin dewasanya ia. Menguap ditelan dunia yang materialis, hedonis, dan kapitalis. Kami cuma terpekur menyadari bahwa kemampuan kami &#8216;mengawal&#8217; anak ini sungguh terbatas, cuma seluas area rumah kami yang 400 meter persegi. Ketika ia lulus nanti dari TK Majelis Anak Sholeh, praktis kami tak memiliki lagi kesempatan sebesar sekarang untuk membantu mengawal jiwanya. Paling-paling kami akan menjadi orang-orang dengan selemah-lemahnya iman, yaitu, membantu dengan doa.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majelisanaksholeh.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majelisanaksholeh.wordpress.com&amp;blog=2216338&amp;post=4&amp;subd=majelisanaksholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/ridho-si-anak-pasangan-tuna-netra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73bc41d67195fbdbc3a4c4e393da8d36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">majelisanaksholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi Kami</title>
		<link>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/mimpi-kami/</link>
		<comments>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/mimpi-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 01:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mas Sholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[MAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/mimpi-kami/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Majelis Anak Sholeh &#8211; sekolah TK kami yang berbiaya terjangkau dan berkualitas &#8211; berjalan empat tahun, mimpi kami untuk membangun SD semakin membuncah. Bukan apa-apa. Setelah para anak didik kami lulus TK, kami hampir sama sekali tidak memiliki akses untuk menunjang pendidikan mereka, selain beasiswa bagi beberapa di antara anak2 tak mampu tersebut. Sekolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majelisanaksholeh.wordpress.com&amp;blog=2216338&amp;post=3&amp;subd=majelisanaksholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Majelis Anak Sholeh &#8211; sekolah TK kami yang berbiaya terjangkau dan berkualitas &#8211; berjalan empat tahun, mimpi kami untuk membangun SD semakin membuncah. Bukan apa-apa. Setelah para anak didik kami lulus TK, kami hampir sama sekali tidak memiliki akses untuk menunjang pendidikan mereka, selain beasiswa bagi beberapa di antara anak2 tak mampu tersebut. Sekolah di SD negeri sekitar tempat tinggal kami memang kurang menjanjikan. Jam belajar mereka bahkan lebih singkat dari anak2 di TK kami, dengan beban kurikulum yang bikin gentar. Bagaimana mereka bisa bertarung di jenjang yang lebih tinggi dan lebih kompetitif?<span id="more-3"></span></p>
<p>Kami sempat melirik madrasah yang terletak tak jauh dari rumah kami, yang hidup segan mati tak mau. Sekiranya memungkinkan, kami mengambil alih manajemen-nya, menggalang pengumpulan dana,  dan mengelola pendidikan dasar (tak sekedar prasekolah) yang bermutu dan terjangkau. Ukurannya terjangkaunya yaa buat para tukang becak dan tukang ojeg dan buruh cuci dan tukang kue dan sejenisnya itu.</p>
<p>Alternatif lainnya adalah membeli tanah di samping rumah, dengan luas hampir 1000 meter. Mencari dana untuk pembebasan tanah, membangun gedung, dan seterusnya.</p>
<p>Para tetangga tak henti2nya mengatakan, &#8220;Saya doakan deh, semoga bisa bikin SD yang bagus dan murah buat kita2 ..&#8221;<br />
Kadang saya dan istri sampai menitikkan air mata dalam diskusi-diskusi kami di malam-malam nan panjang dan sepi. Sedikit sekali yang bisa kami lakukan.</p>
<p>Tapi sudahlah. Lakukan saja yang terbaik di tempat kami saat ini berada, sambil terus mencari jalan untuk mewujudkan mimpi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majelisanaksholeh.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majelisanaksholeh.wordpress.com&amp;blog=2216338&amp;post=3&amp;subd=majelisanaksholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/28/mimpi-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73bc41d67195fbdbc3a4c4e393da8d36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">majelisanaksholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Bisnis&#8217; di Rumah Kami</title>
		<link>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/27/hello-world/</link>
		<comments>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 23:34:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mas Sholeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[MAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Mau cerita sedikit tentang &#8216;bisnis&#8217; di rumah kami. Mudah2an bisa menambah perspektif. Di rumah, saya membuka TK &#8220;Al Gharasi&#8221; alias TK yang menggunakan garasi. Setiap pagi, mobil kami keluarkan, garasi disapu dan dipel sampai mengkilap, jadilah dia ruang kelas. TK tersebut kami beri label resmi Majelis Anak Sholeh. Selain menggunakan garasi, TK tersebut juga menggunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majelisanaksholeh.wordpress.com&amp;blog=2216338&amp;post=1&amp;subd=majelisanaksholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau cerita sedikit tentang &#8216;bisnis&#8217; di rumah kami. Mudah2an bisa<br />
menambah perspektif.</p>
<p>Di rumah, saya membuka TK &#8220;Al Gharasi&#8221; alias TK yang menggunakan<br />
garasi. Setiap pagi, mobil kami keluarkan, garasi disapu dan dipel<br />
sampai mengkilap, jadilah dia ruang kelas. TK tersebut kami beri label<br />
resmi <span class="nfakPe">Majelis</span> <span class="nfakPe">Anak</span> <span class="nfakPe">Sholeh</span>. Selain menggunakan garasi, TK tersebut juga<br />
menggunakan teras rumah. Jadi praktis ada dua kelas. Saat ini kami<br />
terpaksa mengorbankan 1 ruang lagi, yaitu kamar tamu, yang kami sulap<br />
menjadi kelas, setelah menyingkirkan tempat tidur dan atribut lain<br />
yang bikin sempit.<span id="more-1"></span></p>
<p>Mulanya TK ini mengambil segmen anak2 tetangga. Tetangga kami<br />
kebanyakan bekerja di sektor informal, seperti tukang ojek, tukang<br />
becak, buruh cuci, penjual buah, penjual bensin eceran, tukang<br />
bangunan, tukang bakso, dll. Jadi ini memang TK murah meriah, tanpa<br />
niatan bisnis di dalamnya. Kebanyakan mereka pun kami gratiskan biaya<br />
sekolahnya. Donatur kami cari sana sini. Mulanya ada dua puluhan<br />
siswa. Saat ini, tahun keempat, ada sekitar empat puluh lima siswa.</p>
<p>Yang menarik, memasuki tahun ketiga dan keempat, cukup banyak warga<br />
kompleks/perumahan yang mendaftar ke TK kami. Kemampuan ekonomi mereka<br />
menengah ke atas. Beberapa orang tua mengantar <span class="nfakPe">anak</span> ke sekolah<br />
menggunakan mobil. Sebagian besar motor. Yang diantar berjalan kaki<br />
pun karena rumah mereka sangat dekat. Kebanyakan mereka yang mendaftar<br />
bukan karena melihat spanduk kami (kami tidak memasang spanduk di<br />
jalan2, tapi cuma di teras rumah), tapi karena &#8216;member get member&#8217;.<br />
Satu orang tua mengajak orang tua yang lain. Alhamdulillah, ini salah<br />
satu indikasi, yang bersekolah di tempat kami puas dengan kualitas<br />
yang kami berikan. Alumni TK ini pun dapat diterima dan belajar dengan<br />
baik di SD-SD sekitar. Beberapa <span class="nfakPe">anak</span> malah mendapat ranking di SD-nya.</p>
<p>Oya, <span class="nfakPe">anak</span> saya yang nomor dua dan tiga pun bersekolah di TK ini. Yg<br />
nomor dua lolos test masuk SDIT yang seleksinya lumayan ketat. Saat<br />
ini Fatan, <span class="nfakPe">anak</span> saya tersebut, sudah kelas dua, dan rangking kedua di<br />
kelasnya. Setidaknya ini meyakinkan kami bahwa mutu TK kami bisa<br />
diandalkan.</p>
<p>Dengan segala &#8216;tanpa niatan bisnis&#8217; tersebut, saat ini kami telah<br />
&#8216;mempekerjakan&#8217; tujuh orang (termasuk istri saya yang menjadi kepala<br />
sekolah). Kebanyakan mereka hanya lulusan SMA (kecuali istri saya yang<br />
S1 Biologi FMIPA UI angkatan 91). Lumayan untuk sekedar membuka<br />
lapangan kerja. Sebagai penghasilan tambahan, mereka mengajar TPA, dan<br />
privat calistung dan membaca AlQuran. Sebagian di antara mereka -<br />
maksud saya guru-guru itu &#8211; sekarang sudah mampu membantu orang tuanya<br />
untuk membiayai sekolah adik-adik mereka. Mungkin ini yang disebut<br />
dengan berkah? Mudah-mudahan.</p>
<p>Melihat potensi &#8216;captive market&#8217; yang tak terduga ini, kami<br />
merencanakan untuk membuka kursus komputer for kids, dan English For<br />
Kids. Untuk komputer, saya memanfaatkan komputer yang sudah ada di<br />
rumah. Dua PC dan dua laptop. Sedangkan bahasa inggris, bahan2nya saya<br />
search di internet, dan sedang dalam penggarapan. Tunggu saja tanggal<br />
mainnya. Pengajarnya? Kami sudah melatih guru2 tadi. Saya sendiripun<br />
tidak keberatan turun, jika sempat.</p>
<p>Kecil? Memang. Tapi niat saya adalah membuka lapangan kerja yang<br />
seluas-luasnya. Kami akan terus berjuang untuk tumbuh besar. Dan kami<br />
sangat menikmati proses ini, dengan segala suka dukanya. Apakah bisnis<br />
ini ada risiko akan mati? Saya jawab, nothing to loose.</p>
<p>Buat sebagian orang, uang ratusan ribu bisa habis sekali makan di<br />
restoran. Buat sebagian besar yang lain, ratusan ribu itu adalah gaji<br />
mereka sebulan. Faktanya, dengan gaji sekian, mereka bahkan masih bisa<br />
berbagi.Standard hidup (baca lifestyle) mereka memang sederhana. Tapi<br />
biarlah. Toh kemewahan bukanlah ukuran kemuliaan.</p>
<p>Semoga ada manfaatnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/majelisanaksholeh.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=majelisanaksholeh.wordpress.com&amp;blog=2216338&amp;post=1&amp;subd=majelisanaksholeh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majelisanaksholeh.wordpress.com/2007/11/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/73bc41d67195fbdbc3a4c4e393da8d36?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">majelisanaksholeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
